cara backup dan restore
Jumat, 28 Maret 2014
1. Cari
langkah backup dan restore sistem
2. Kesalahan”
dasar pada komputer(hardware dan software)
3. Masalah
dan solusinya
Jawab:
1.
A.langkah backup dan restore sistem
Tutorial
Cara BackUp dan Restore System Komputer Windows 7. backup dan restore komputer,
apa fungsinya ? fungsinya yaitu bilamana sistem operasi komputer kita sedang di
landa masalah / error / gangguan lainnya yang serius maka kita tak perlu
meng-instal ulang, cukup dengan mem-backup sistem tersebut :)
Penting : Melakukan backup system akan lebih baik jika sobat melakukannya setelah proses install ulang dimana telah terpasang driver dan aplikasi standar.
Penting : Melakukan backup system akan lebih baik jika sobat melakukannya setelah proses install ulang dimana telah terpasang driver dan aplikasi standar.
Cara BackUp System Komputer di Windows 7
Klik start, kemudian pada komputer pilih drive C: (tempat sistem operasi sobat) kmudian klik kanan. Pilih Properties >> tools, kemudian klik BackUp now.
So,
pilih "Create a system image" maka WINDOWS akan mencari
lokasi dimana backup image ditempatkan. Sobat dapat memilih dimana tempat
backup yang sobat tempatkan (harus berbeda dengan drive C: / drive sistem
operasi sobat). Sobat juga dapat memilih tempat backupnya di DVD.
Kemudian proses diatas (lihat gambar di atas) lalu klik next. Aplikasi akan mengkonfirmasikan sistem yang akan dibackup sebelum berlanjut ke langkah berikutnya (beri tanda centang apabila ingin melakukan backup, dan jika tak ingin melakukan backup, hilangkan centang). Klik next. Proses backup sedang berjalan, tunggu beberapa saat lamanya proses ini tergantung seberapa besar ukuran sistem operasi sobat.
Cara Membuat CD Recovery
Untuk
menjalankan proses pemulihan hendaknya membuat CD Recovery yang akan membantu
proses restore nantinya. Untuk itu kembali ke proses "Backup dan
Restore". Pilih "Create a
system repair disc" selanjutnya masukkan CD kosong ke
optical drive. Klik next dan proses burn
dimulai.
Setelah proses selesai,
Windows akan menampilkan jendela konfirmasi agar CD recovery siap digunakan
dalam proses pemulihan.
Cara Restore System
Masukkan CD recovery ke optical drive, restart komputer. Atur boot agar dimulai dari CD/DVD ROM. Nantinya akan terbuka jendela "System Recovery Options". Pilih "Restore your computer using a system image that you created" klik next.
Cara Restore System
Masukkan CD recovery ke optical drive, restart komputer. Atur boot agar dimulai dari CD/DVD ROM. Nantinya akan terbuka jendela "System Recovery Options". Pilih "Restore your computer using a system image that you created" klik next.
Cara Backup dan Restore Sistem
Komputer dengan AOMEI Backuper
B.langkah
backup dan restore sistem menggunakan AOMEI BACKUPER
Seperti yang kita tahu, sistem operasi komputer yang telah digunakan dalam
waktu cukup lama kadang mengalami crash karena terjadi corrupt pada
sistem file. Untuk mengatasi hal itu, sebagian besar pengguna komputer biasanya
melakukan install ulang sistem operasi. Meski bisa menyelesaikan masalah, namun
install ulang sistem operasi membutuhkan waktu yang cukup lama karena yang di
install bukan hanya sistem operasinya saja tetapi juga seluruh aplikasi
pendukung kerja komputer. Butuh waktu sekitar 2 - 3 jam untuk menyelesaikan
install ulang sistem operasi beserta aplikasi tambahannya.
Alternatif lain untuk mengatasi crash pada sistem komputer tanpa melakukan install ulang adalah dengan melakukan backup dan restore sistem. Windows sudah menyediakan fasilitas system restore untuk melakukan pekerjaan tersebut. Ketika terjadi masalah, sistem Windows bisa dikembalikan ke keadaan sebelumnya pada saat file restore point dibuat. Namun kadangkala file ini menjadi sarang virus dan malware karena sebagian besar antivirus tidak melakukan scan pada system restore.
Cara yang lebih mudah dan praktis untuk melakukan backup dan restore sistem komputer adalah menggunakan AOMEI Backuper. Software yang dibuat oleh AOMEI Technology ini bisa digunakan secara gratis bagi pengguna komputer bisnis dan rumahan.
Backup Sistem Komputer dengan AOMEI Backuper
Download AOMEI Backuper, install, dan jalankan aplikasinya. Klik "System Backup" pada menu "Backup"
Alternatif lain untuk mengatasi crash pada sistem komputer tanpa melakukan install ulang adalah dengan melakukan backup dan restore sistem. Windows sudah menyediakan fasilitas system restore untuk melakukan pekerjaan tersebut. Ketika terjadi masalah, sistem Windows bisa dikembalikan ke keadaan sebelumnya pada saat file restore point dibuat. Namun kadangkala file ini menjadi sarang virus dan malware karena sebagian besar antivirus tidak melakukan scan pada system restore.
Cara yang lebih mudah dan praktis untuk melakukan backup dan restore sistem komputer adalah menggunakan AOMEI Backuper. Software yang dibuat oleh AOMEI Technology ini bisa digunakan secara gratis bagi pengguna komputer bisnis dan rumahan.
Backup Sistem Komputer dengan AOMEI Backuper
Download AOMEI Backuper, install, dan jalankan aplikasinya. Klik "System Backup" pada menu "Backup"
![]() |
Selanjutnya, pada "Task Name" Anda bisa mengubah nama
file image yang akan dibuat. Pada "Step1"
pilih drive yang akan di backup (system partition dan boot
partition). Pada "Step2" Anda menentukan lokasi
penyimpanan file image yang akan dibuat. Backup Option digunakan
untuk memberikan komentar, mengatur kompresi, enkripsi, split file dan sebagainya.
Pilihan ini bersifat opsional.
![]() |
Terakhir, klik "Finish" untuk keluar dari system backup.

Proses backup yang dilakukan AOMEI Backuper tidak akan mengganggu perkerjaan Anda. Anda tetap bisa melakukan backup sambil mendengarkan musik, mengetik dokumen, dan aktivitas lainnya. Lamanyabackup tergantung dari kapasitas drive yang di-backup. Untuk sistem sebesar 16 GB memerlukan waktu hingga 10 menit. Jika hanya 3 GB menghabiskan waktu tidak lebih dari 3 menit.
Catatan: Backup sebaiknya dilakukan pada saat selesai install ulang sistem operasi
dan aplikasi tambahan lainnya, sebelum terlalu banyak aktivitas ber-internet,
keluar masuk Flashdisk dan install software-software yang tidak terlalu
penting.
Restore Sistem Komputer dengan AOMEI Backuper
Restore sistem komputer dapat dilakukan jika terjadi kemungkinan seperti berikut
1. Sistem crash tanpa sebab yang jelas
2. Terjadi blue screen atau sistem tidak bisa booting
3. Infeksi virus, malware, trojan dan program berbahaya lainnya
4. Perubahan sistem konfigurasi karena salah pengaturan
5. Ketidakstabilan sistem karena instalasi software baru
6. Sistem komputer berjalan lambat dan dan sering not responding
Selain itu, gangguan juga bisa disebabkan faktor eksternal seperti pengaruh sumber daya (aliran listrik sering terputus), kerusakan komponen pendukung, getaran yang berlebihan ataupun panas yang terlalu tinggi.
Berikut adalah cara restore sistem komputer dengan AOMEI Backuper.
Jalankan AOMEI Backuper, pada menu "Restore". Klik salah satu daftar system restore yang pernah dibuat atau mencari file system restore pada "Path" yang berbeda. Beri tanda centang pada "System Reovery" kemudian klik "Next".

Ikuti langkah selanjutnya hingga proses restore selesai. Pada akhir proses akan muncul pop-up window yang memberitahukan untuk me-restart komputer. Proses restore akan tuntas setelah komputer di-restart.
Setelah sistem komputer di-restore, aplikasi yang Anda install setelah melakukan backup tidak bisa di-recovery. Anda harus meninginstall kembali aplikasi tersebut. Itulah cara backup dan restore sistem komputer dengan AOMEI Backuper.
2.
A.Kesalahan-kesalahan dasar Hardware pada Komputer (masalah dan solusinya)
MASALAH : Keyboard tidak terdeteksi oleh PC
Penyebab : Kerusakan yang sering terjadi
pada keyboard adalah tidak dikenalnya keyboard oleh komputer. Pada saat proses
booting, tiba-tiba komputer macet dan muncul pesan kesalahan “Keyboard error or
no keyboard present”. Pesan tersebut diartikan bahwa pada saat proses booting,
komputer tidak mendeteksi adanya keyboard.
Solusi : Matikan kembali komputer dan cek
apakah kabel keyboard telah tertancap dengan benar ke CPU. Jika perlu lepas dan
tancapkan kembali kabel keyboard tersebut untuk meyakinkan bahwa koneksi sudah
tepat. Jika komputer dihidupkan kembali, dan pesan kesalahan masih muncul,
kemungkinan pertama adalah keyboardnya yang rusak. Coba dengan keyboard yang
lain untuk memastikan bahwa keyboardnya yang rusak. Jika dengan mengganti
keyboard pesan kesalahan masih tetap muncul, berarti bukan keyboard yang rusak.
Tetapi bisa saja port keyboard di motherbord yang rusak.
MASALAH : Harddisk terdeteksi di bios tetapi
tidak bisa digunakan
Penyebab : Firmware dari harddisk tersebut
bermasalah.
Solusi : Untuk gejala ini banyak terjadi
pada harddisk merk Maxtor dengan seri nama-nama Dewa. Untuk memperbaikinya anda
bisa download program Firmware dari website merk harddisk tersebut.
MASALAH : PC sering hang
Penyebab :
- Suhu processor terlalu
panas.
- PC terinfeksi virus.
- Kerusakan pada OS.
- Salah satu komponen
tidak kompetibel dengan PC.
- Kerusakan pada memory.
- Kerusakan pada hardisk.
Solusi :
- Cek suhu processor bila
panas ganti kipas pendinginnya.
- Coba jalankan Program
Norton Ulitilas, Antivirus
- Coba lepas salah satu
komponen PC yang dicurigai.
- Cek memory apakah
berfungsi dengan baik.
- Cek hardisk dengan
scandisk apakah ada bad sector.
MASALAH : Komputer pada saat dipakai sering
mati mendadak
Penyebab :
- Cuk ke power
listrik atau stavol longgar.
- Power supply
tidak berfungsi baik.
- Suhu PC terlalu
panas terutama processor.
Solusi :
- Periksa cuk listrik
atau stavol sudah baik.
- Coba cek power supply
apakah berfungsi dengan baik.
- Perbaiki/ganti colling
pan/kipas pendingin.
MASALAH : Pointer mouse yang sering
meloncat-loncat
Penyebab : Pada kondisi ini, kemungkinan
yang paling besar disebabkan karena kotornya komponen bola mouse. Karena
komponen bola tersebut banyak bersentuhan dengan mouse pad yang tidak selalu
bersih.
Solusi : Buka penutup bola mouse di bagian
bawah dengan memutarnya 900 derajat. Keluarkan bolanya dan bersihkan dengan air
hangat atau alkohol serta sikat dengan kuas, lalu keringkan. Di bagian dalam
mouse dapat diamati adanya tiga buah roda. Dua lebar dan satu yang kecil.
Kotoran yang menempel pada komponen tersebut perlu dibersihkan. Demikian juga
dengan kotoran yang menempel pada gerigi dan bantalan bola. Lakukan pembersihan
dengan hati-hati sehingga tidak merusak komponen-komponen di dalamnya.
MASALAH : Layar
monitor gelap ( gambar tidak keluar)
Pada waktu menghidupkan komputer lampu di CPU sudah menyala tetapi monitor tidak mengeluarkan gambar apa-apa, dan lampu pada monitor selalu berkedip-kedip.
ANALIASA:
1. Kabel VGA dari monitor tidak terpasang dengan benar pada port di CPU.
2. VGA card rusak
3. Monitor rusak
SOLUSI:
1.Periksa apakah kabel VGA dari monitor sudah terpasang dengan benar atau belum. Sebaiknya dicopot kemudian dipasang kembali untuk memastikannya.
2.Jika setelah dipasang kembali tetapi gambar tetap tidak keluar . maka kemungkinannya ialah VGA card pada CPU rusak. Hal ini bisa disebabkan oleh debu yang menempel pada slot VGA. Untuk menanganinya sebaiknya copot dan bersihkan VGA card dan slotnya.
3.Sebuah CPU umumnya memiliki sebuah VGA internal( bawaan ) , dan satu buah VGA eksternal( tambahan) . jika demikian coba untuk memasang kabel VGA ke port yang berbeda.
MASALAH: trouble shooting pada keyboard
ANALISA: kemungkinan-kemungkinan ganguan pada keyboard
tersumbat kotoran
per/plat sakelarnya lemah
rusaknya cip yang ada di dalamnya.
SOLUSI: lepas penutup kunci
bersihkan semua kotoran
perbaiki pe/plat yang rusak
tutup seperti semula.
MASALAH: MOTHER BOARD
ANALISA: Setelah dihidupkan, tidak ada tampilan di monitor, lampu indikator (led) di panel depan menyala, lampu indikator (led) monitor berkedip-kedip, kipas power supply dan kipas procesor berputar, tidak ada suara beep di speaker.
SOLUSI: Langkah pertama lepas semua kabel power yang terhubung ke listrik, kabel data ke monitor, kabel keyboad/mouse, dan semua kabel yang terhubung ke CPU, kemudian lepas semua sekrup penutup cashing. Dalam keadaan casing terbuka silahkan anda lepaskan juga komponen-komponen lainnya, yaitu kabel tegangan dari power supply yang terhubung ke Motherboard, harddisk, floppy, hati-hati dalam pengerjaannya jangan terburu-buru. Begitu juga dengan Card yang menempel pada Mboard (VGA, Sound atau Card lainnya). Sekarang yang menempel pada cashing hanya MotherBoard saja. Silahkan anda periksa Motherboadnya dengan teliti, lihat Chip (IC), Elko, Transistor dan yang lainnya apakah ada yang terbakar.Jika tidak ada tanda-tanda komponen yang terbakar kemungkinan Motherboard masih bagus, tapi ada kalanya Mboard tidak jalan karena kerusakan pada program yang terdapat di BIOS.
MASALAH: MASALAH PADA HARD DISK
ANALISA: Pada saat CPU dinyalakan kemudian melakukan proses Post setelah itu proses tidak berlanjut dan diam beberapa saat tidak langsung masuk ke operating system, dan kemudian di layar monitor ada pesan “harddisk error, harddisk Failur, setelah itu muncul pesan “press F1 to continou” setelah kita menekan tombol F1 tidak masuk Operating system dan muncul pesan “Operating system not found”.
SOLUSI: Periksa kabel tegangan
Pada waktu menghidupkan komputer lampu di CPU sudah menyala tetapi monitor tidak mengeluarkan gambar apa-apa, dan lampu pada monitor selalu berkedip-kedip.
ANALIASA:
1. Kabel VGA dari monitor tidak terpasang dengan benar pada port di CPU.
2. VGA card rusak
3. Monitor rusak
SOLUSI:
1.Periksa apakah kabel VGA dari monitor sudah terpasang dengan benar atau belum. Sebaiknya dicopot kemudian dipasang kembali untuk memastikannya.
2.Jika setelah dipasang kembali tetapi gambar tetap tidak keluar . maka kemungkinannya ialah VGA card pada CPU rusak. Hal ini bisa disebabkan oleh debu yang menempel pada slot VGA. Untuk menanganinya sebaiknya copot dan bersihkan VGA card dan slotnya.
3.Sebuah CPU umumnya memiliki sebuah VGA internal( bawaan ) , dan satu buah VGA eksternal( tambahan) . jika demikian coba untuk memasang kabel VGA ke port yang berbeda.
MASALAH: trouble shooting pada keyboard
ANALISA: kemungkinan-kemungkinan ganguan pada keyboard
tersumbat kotoran
per/plat sakelarnya lemah
rusaknya cip yang ada di dalamnya.
SOLUSI: lepas penutup kunci
bersihkan semua kotoran
perbaiki pe/plat yang rusak
tutup seperti semula.
MASALAH: MOTHER BOARD
ANALISA: Setelah dihidupkan, tidak ada tampilan di monitor, lampu indikator (led) di panel depan menyala, lampu indikator (led) monitor berkedip-kedip, kipas power supply dan kipas procesor berputar, tidak ada suara beep di speaker.
SOLUSI: Langkah pertama lepas semua kabel power yang terhubung ke listrik, kabel data ke monitor, kabel keyboad/mouse, dan semua kabel yang terhubung ke CPU, kemudian lepas semua sekrup penutup cashing. Dalam keadaan casing terbuka silahkan anda lepaskan juga komponen-komponen lainnya, yaitu kabel tegangan dari power supply yang terhubung ke Motherboard, harddisk, floppy, hati-hati dalam pengerjaannya jangan terburu-buru. Begitu juga dengan Card yang menempel pada Mboard (VGA, Sound atau Card lainnya). Sekarang yang menempel pada cashing hanya MotherBoard saja. Silahkan anda periksa Motherboadnya dengan teliti, lihat Chip (IC), Elko, Transistor dan yang lainnya apakah ada yang terbakar.Jika tidak ada tanda-tanda komponen yang terbakar kemungkinan Motherboard masih bagus, tapi ada kalanya Mboard tidak jalan karena kerusakan pada program yang terdapat di BIOS.
MASALAH: MASALAH PADA HARD DISK
ANALISA: Pada saat CPU dinyalakan kemudian melakukan proses Post setelah itu proses tidak berlanjut dan diam beberapa saat tidak langsung masuk ke operating system, dan kemudian di layar monitor ada pesan “harddisk error, harddisk Failur, setelah itu muncul pesan “press F1 to continou” setelah kita menekan tombol F1 tidak masuk Operating system dan muncul pesan “Operating system not found”.
SOLUSI: Periksa kabel tegangan
MASALAH: Mengatasi Masalah Pada CD/DVD/ROM/RW
ANALISA: Jenis kerusakan yang biasa ditemui :
1. Tidak terdeteksi di windows
2. Tidak bisa keluar masuk CD
3. Tidak bisa membaca/menulis/hanya bisa membaca saja. (CD)
4. Tidak bisa membaca/menulis/write protect (Floppy disk)
SOLUSI:
1) Periksa kabel data dan kabel tegangan yang masuk ke CD-floppy, perikas di setup bios apakah sudah dideteksi? sebaiknya diset auto. Periksa apakah led menyala, jika tidak kerusakan di Controllernya.
2) Kerusakan ada pada mekanik motor atau karet motor.
3) Kerusakan Biasanya pada optik, tetapi ada kemungkinan masih bisa diperbaiki dengan cara men- set ualng optik tersebut.
4) Head Kotor, bisa dibersihkan menggunakan Cutenbud.
MASALAH: Batrey CMOS Rusak / Lemah.
ANALISA: Muncul Pesan CMOS Checksum Vailure / Batrey Low, diakibatkan tegangna yang men-supply IC CMOS/BIOS tidak normal dikarenakan batrey lemah, sehingga settingan BIOS kembali ke Default-nya/setingan standar pabrik, dan konfigurasi Hardware harus di Set ulang.
SOLUSI: Segera ganti Baterainya.
MASALAH:
POST ( POWER
ON SELF TEST )
POST (Power on Self-Test) yaitu test
yang dilakukan oleh PC untuk mengecek fungsi-fungsi komponen pendukung PC
apakah bekerja dengan baik. POST dilakukan PC pada saat booting, jika PC
mengalami suatu masalah maka akan dapat terdeteksi gejala kesalahannnya melalui
POST, PC akan memberikan pesan/peringatan kesalahan dalam bentuk suara yang
dihasilkan melalui speaker atau tampilan visual di monitor. Selain itu
pesan/peringatan kesalahan juga dapat dideteksi melalui kinerja dari PC,
misalkan PC tidak hidup walaupun sumber listrik AC sudah terhubung dan tombol
power sudah ditekan.
POST memungkinkan user dapat mendeteksi, mengisolasi, menentukan, dan menemukan kesalahan sehingga dapat memperbaiki penyimpangan atau kerusakan yang terjadi pada PC. Mekanisme POST disediakan oleh semua produk PC atau motherboard dan tersimpan di dalam ROM atau flash ROM BIOS. Secara umum proses dan prosedur yang dilakukan dalam POST pada semua produk motherboard sama. Terdapat beberapa perbedaan yang menjadikan ciri dari produk motherboard tertentu, tetapi pada dasarnya tetap sama.
1) Prosedur POST (Power on Self-Test)
POST dilakukan sesaat setelah komputer dihidupkan dan mulai booting, proses ini dilakukan oleh BIOS. Adapun urutan prosedur POST adalah sebagai berikut :
a) Test Power Supply ditandai dengan lampu power hidup dan kipas pendingin power supply berputar.
b) Secara otomatis dilakukan reset terhadap kerja CPU oleh sinyal power good yang dihasilkan oleh power supply jika dalam kondisi baik pada saat dihidupkan, kemudian CPU mulai melaksanakan instruksi awal pada ROM BIOS dan selanjutnya.
c) Pengecekkan terhadap BIOS dan isinya. BIOS harus dapat dibaca. Instruksi awal ROM BIOS adalah jump (lompat) ke alamat program POST.
d) Pengecekkan terhadap CMOS, CMOS harus dapat bekerja dengan baik. Program POST diawali dengan membaca data setup (seting hardware awal) pada RAM CMOS setup, sebagai data acuan untuk pengecekan.
e) Melakukan pengecekkan CPU, timer (pewaktuan), kendali memori akses langsung, memory bus dan memory module.
f) Memori sebesar 16 KB harus tersedia dan dapat dibaca/ditulis untuk keperluan ROM BIOS dan menyimpan kode POST.
g) Pengecekkan I/O controller dan bus controller. Controller tersebut harus dapat bekerja untuk mengontrol proses read/write data. Termasuk I/O untuk VGA card yang terhubung dengan monitor.
Jika ada salah satu prosedur POST yang tidak berhasil dilewati maka PC akan menerima pesan/peringatan kesalahan dari POST. Pesan/peringatan kesalahan berupa kode beep yang dikeluarkan melalui speaker yang terhubung dengan motherboard atau tampilan di layar monitor sesuai dengan standar masing-masing motherboard.
2) Pesan/Peringatan Kesalahan POST (Power on Self-Test)
Pesan/peringatan kesalahan hasil POST berupa tampilan performance PC, visual di monitor dan beep dari speaker. Sesuai dengan urutan prosedur POST yang dilakukan oleh BIOS maka gejala-gejala permasalahan yang muncul adalah sebagai berikut:
POST memungkinkan user dapat mendeteksi, mengisolasi, menentukan, dan menemukan kesalahan sehingga dapat memperbaiki penyimpangan atau kerusakan yang terjadi pada PC. Mekanisme POST disediakan oleh semua produk PC atau motherboard dan tersimpan di dalam ROM atau flash ROM BIOS. Secara umum proses dan prosedur yang dilakukan dalam POST pada semua produk motherboard sama. Terdapat beberapa perbedaan yang menjadikan ciri dari produk motherboard tertentu, tetapi pada dasarnya tetap sama.
1) Prosedur POST (Power on Self-Test)
POST dilakukan sesaat setelah komputer dihidupkan dan mulai booting, proses ini dilakukan oleh BIOS. Adapun urutan prosedur POST adalah sebagai berikut :
a) Test Power Supply ditandai dengan lampu power hidup dan kipas pendingin power supply berputar.
b) Secara otomatis dilakukan reset terhadap kerja CPU oleh sinyal power good yang dihasilkan oleh power supply jika dalam kondisi baik pada saat dihidupkan, kemudian CPU mulai melaksanakan instruksi awal pada ROM BIOS dan selanjutnya.
c) Pengecekkan terhadap BIOS dan isinya. BIOS harus dapat dibaca. Instruksi awal ROM BIOS adalah jump (lompat) ke alamat program POST.
d) Pengecekkan terhadap CMOS, CMOS harus dapat bekerja dengan baik. Program POST diawali dengan membaca data setup (seting hardware awal) pada RAM CMOS setup, sebagai data acuan untuk pengecekan.
e) Melakukan pengecekkan CPU, timer (pewaktuan), kendali memori akses langsung, memory bus dan memory module.
f) Memori sebesar 16 KB harus tersedia dan dapat dibaca/ditulis untuk keperluan ROM BIOS dan menyimpan kode POST.
g) Pengecekkan I/O controller dan bus controller. Controller tersebut harus dapat bekerja untuk mengontrol proses read/write data. Termasuk I/O untuk VGA card yang terhubung dengan monitor.
Jika ada salah satu prosedur POST yang tidak berhasil dilewati maka PC akan menerima pesan/peringatan kesalahan dari POST. Pesan/peringatan kesalahan berupa kode beep yang dikeluarkan melalui speaker yang terhubung dengan motherboard atau tampilan di layar monitor sesuai dengan standar masing-masing motherboard.
2) Pesan/Peringatan Kesalahan POST (Power on Self-Test)
Pesan/peringatan kesalahan hasil POST berupa tampilan performance PC, visual di monitor dan beep dari speaker. Sesuai dengan urutan prosedur POST yang dilakukan oleh BIOS maka gejala-gejala permasalahan yang muncul adalah sebagai berikut:
|
No
|
Gejala
|
Diagnosa
Pesan/Peringatan Kesalahan
|
|
1
|
CPU dan
Monitor mati, tidak ada beep
|
1.
Instalasi fisik ke tegangan listrik AC 110/220V2. Power supply
|
|
2
|
CPU hidup,
Monitor Mati, Tidak ada beep
|
1.
Instalasi kabel data dari VGA card ke Monitor2. Monitor
|
|
3
|
CPU hidup,
Monitor Mati, ada beep
|
Disesuaikan
dengan beep
|
Prosedur
test POST yang telah dilakukan untuk memastikan bahwa unit power supply dan
monitor bekerja dengan baik. Jika tahap ini dapat dilewati maka bios mulai
meneruskan POST selanjutnya. Adapun hasil dari POST selanjutnya ditunjukkan
dengan kode beep apabila ditemukan permasalahan. Bunyi kode beep yang
ditunjukkan sesuai dengan BIOS yang digunakan.
Kode Beep
AWARD BIOS
|
No
|
Gejala
|
Diagnosa
Pesan/Peringatan Kesalahan
|
|
1
|
1 beep
pendek
|
PC dalam
keadaan baik
|
|
2
|
1 beep
panjang
|
Problem di
memori
|
|
3
|
1 beep
panjang 2 beep pendek
|
Kerusakan
di modul DRAM parity
|
|
4
|
1 beep panjang
3 beep pendek
|
Kerusakan
di bagian VGA.
|
|
5
|
Beep terus
menerus
|
Kerusakan
di modul memori atau memori video
|
Kode Beep
AMI BIOS
|
No
|
Gejala
|
Diagnosa
Pesan/Peringatan Kesalahan
|
|
1
|
1 beep
pendek
|
DRAM gagal
merefresh
|
|
2
|
2 beep
pendek
|
Sirkuit
gagal mengecek keseimbangan DRAM Parity (sistem memori)
|
|
3
|
3 beep
pendek
|
BIOS gagal
mengakses memori 64KB pertama.
|
|
4
|
4 beep
pendek
|
Timer pada
sistem gagal bekerja
|
|
5
|
5 beep
pendek
|
Motherboard
tidak dapat menjalankan prosessor
|
|
6
|
6 beep
pendek
|
Controller
pada keyboard tidak dapat berjalan dengan baik
|
|
7
|
7 beep
pendek
|
Video Mode
error
|
|
8
|
8 beep
pendek
|
Tes memori
VGA gagal
|
|
9
|
9 beep
pendek
|
Checksum
error ROM BIOS bermasalah
|
|
10
|
10 beep
pendek
|
CMOS
shutdown read/write mengalami errror
|
|
11
|
11 beep
pendek
|
Chache memori
error
|
|
12
|
1 beep
panjang 3 beep pendek
|
Conventional/Extended
memori rusak
|
|
13
|
1 beep
panjang 8 beep pendek
|
Tes
tampilan gambar gagal
|
Kode Beep
IBM BIOS
|
No
|
Gejala
|
Diagnosa
Pesan/Peringatan Kesalahan
|
|
1
|
Tidak ada
beep
|
Power
supply rusak, card monitor/RAM tidak terpasang
|
|
2
|
1 beep
pendek
|
Normal
POST dan PC dalam keadaan baik
|
|
3
|
beep terus
menerus
|
Power
supply rusak, card monitor/RAM tidak terpasang
|
|
4
|
Beep
pendek berulang-ulang
|
Power
supply rusak, card monitor/RAM tidak terpasang
|
|
5
|
1 beep panjang
1 beep pendek
|
Masalah
Motherboard
|
|
6
|
1 beep
panjang 2 beep pendek
|
Masalah
bagian VGA Card (mono)
|
|
7
|
1 beep
panjang 3 beep pendek
|
Masalah
bagian VGA Ccard (EGA).
|
|
8
|
3 beep
panjang
|
Keyboard
error
|
|
9
|
1 beep,
blank monitor
|
VGA card
sirkuit
|
Pada PC tertentu
menggunakan tone yang pada prinsipnya sama dengan beep untuk memberikan
pesan/peringatan kesalahan dalam bentuk suara.
Selain beep biasanya pada kondisi tertentu dapat dilihat juga pesan/peringatan kesalahan dalam bentuk text yang ditampilkan pada layar monitor. Text tertulis merupakan bagian dari POST yang dapat dilaksanakan apabila VGA card dan monitor dalam keadaan baikdan terinstalasi dengan benar. User dapat langsung mengetahui masalah yang ada dengan membaca text peringatan. Misalnya yaitu:
Keyboard error : untuk masalah pada keyboard
CMOS error : cmos battery error atau ada masalah pada setting peripheral
HDD not Install : harddisk tidak terpasang
Secara umum pesan/peringatan kesalahan yang ditampilkan mudah untuk difahami oleh user. Hanya saja pesan dalam bahasa Inggris.
3) Langkah-langkah mengenal dan mengidentifikasi Pesan/Peringatan Kesalahan melalui POST (Power on Self-Test)
Untuk mengenal dan mengidentifikasi pesan/peringatan kesalahan melalui POST para peserta diklat harus memperaktekkan dan mengamati PC dari saat booting hingga selesai proses POST yang dilakukan oleh BIOS dan membaca buku manual setiap komponen PC, terutama motherboard. Dari situ akan diketahui banyak komponen, kegunaan, spesifikasi dan BIOS yang digunakan, termasuk setting pada BIOS nya.
Selain beep biasanya pada kondisi tertentu dapat dilihat juga pesan/peringatan kesalahan dalam bentuk text yang ditampilkan pada layar monitor. Text tertulis merupakan bagian dari POST yang dapat dilaksanakan apabila VGA card dan monitor dalam keadaan baikdan terinstalasi dengan benar. User dapat langsung mengetahui masalah yang ada dengan membaca text peringatan. Misalnya yaitu:
Keyboard error : untuk masalah pada keyboard
CMOS error : cmos battery error atau ada masalah pada setting peripheral
HDD not Install : harddisk tidak terpasang
Secara umum pesan/peringatan kesalahan yang ditampilkan mudah untuk difahami oleh user. Hanya saja pesan dalam bahasa Inggris.
3) Langkah-langkah mengenal dan mengidentifikasi Pesan/Peringatan Kesalahan melalui POST (Power on Self-Test)
Untuk mengenal dan mengidentifikasi pesan/peringatan kesalahan melalui POST para peserta diklat harus memperaktekkan dan mengamati PC dari saat booting hingga selesai proses POST yang dilakukan oleh BIOS dan membaca buku manual setiap komponen PC, terutama motherboard. Dari situ akan diketahui banyak komponen, kegunaan, spesifikasi dan BIOS yang digunakan, termasuk setting pada BIOS nya.
B.Kesalahan-kesalahan
dasar Software pada Komputer (masalah dan solusinya)
Ini bisa disebabkan oleh virus, atau karena file
sistemnya ada yang hilang. Kerusakan software termasuk kerusakan yang ringan.
MASALAH: Bila muncul tulisan dimonitor insert
system disk
Penyebab : kabel data pada hardisk yang
kendor.
Solusi : Coba kencangkan kabel data ke
hardisk, Bila belum bisa berarti sistemnya rusak dan langkah memperbaikinya
yaitu diinstal ulang.
MASALAH: Bila muncul Sistem32 mising
Penyebab : berarti filenya ada yang hilang
Solusi : harus diinstal ulang OSnya.
MASALAH: Harddisk Muncul Pesan “Operating
system not found”.
Penyebab : kemungkinan Operating system
rusak
Solusi : bisa diatasi dengan install ulang
atau jika OS anda menggunakan windows 2000/XP ada Fasilitas Repairnya.
MASALAH: Sistem bekerja normal, tetapi Windows
selalu masuk pada setting Safe Mode.
Penyebab : Terjadi konflik driver, IRQ,
atau resources lainnya pada PC. Kemungkinan masalah yang lain, ada aplikasi
software yang saling bertubrukan.
Solusi : Lepaskan semua card tambahan yang
tidak digunakan kecuali menyalakan system PC. Buang semua driver yang tidak
diperlukan, lalu setelah semua driver dibuang dibersihkan, restart PC Anda.
Curigai aplikasi software-nya bila semua cara sudah Anda tempuh tetapi masalah
tetap muncul.
MASALAH: Masalah
BIOS
ANALISA: Hati-hati dalam Update Bios, ketika meng-Update anda keliru memilih versi Bios, PC jadi tidak jalan bahkan anda tidak dapat masuk ke BIOS.
SOLUSI: Biasanya Update tidak dapat dibatalkan, hanya jenis Motherboard tertentu yang memiliki backup BIOS pada Chip-nya, Disitu tersimpan jenis asli BIOS yang tidak dapat dihapus, untuk dapat merestore-nya anda tinggal memindahkan Posisi Jumper khusus yang biasanya sudah ada petunjuk di buku manualnya. Kemudian hidupka PC dan tunggu 10 detik, BIOS yang asli telah di Restore, kembalikan Posisi Jumper pada posisi semula, dan PC siap dijalankan kembali. Jika Motherboard tidak memiliki pasilitas tersebut, Chip BIOS harus dikirim ke Produsen, Jenis BIOS dapat anda lihat di buku manualnya. Berhati-hati dalam pemasangannya jangan sampai kaki IC BIOS patah atau terbalik Posisinya.
ANALISA: Hati-hati dalam Update Bios, ketika meng-Update anda keliru memilih versi Bios, PC jadi tidak jalan bahkan anda tidak dapat masuk ke BIOS.
SOLUSI: Biasanya Update tidak dapat dibatalkan, hanya jenis Motherboard tertentu yang memiliki backup BIOS pada Chip-nya, Disitu tersimpan jenis asli BIOS yang tidak dapat dihapus, untuk dapat merestore-nya anda tinggal memindahkan Posisi Jumper khusus yang biasanya sudah ada petunjuk di buku manualnya. Kemudian hidupka PC dan tunggu 10 detik, BIOS yang asli telah di Restore, kembalikan Posisi Jumper pada posisi semula, dan PC siap dijalankan kembali. Jika Motherboard tidak memiliki pasilitas tersebut, Chip BIOS harus dikirim ke Produsen, Jenis BIOS dapat anda lihat di buku manualnya. Berhati-hati dalam pemasangannya jangan sampai kaki IC BIOS patah atau terbalik Posisinya.
Langganan:
Postingan (Atom)

